May
02
2017
     09:59

BPJS Ketenagakerjaan Raih Tiga Penghargaan Human Capital 2017

Contributor
Administrator 3
Attachment
— No Files —

Jakarta, 28 April 2017. Peningkatan manfaat, penyempurnaan kualitas layanan, dan inovasi-inovasi yang dihasilkan BPJS Ketenagakerjaan tentunya tidak bisa lepas dari peran Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlibat di dalamnya. Atas kerja keras yang dilakukan, BPJS Ketenagakerjaan meraih 3 penghargaan dalam _Indonesia Human Capital Award (IHCA) III 2017_ yang diselenggarakan oleh Majalah Economic Review.

Sebelumnya pada tahun 2016, BPJS Ketenagakerjaan menerima penghargaan Indonesia IHCA II 2016 dengan predikat _”The Best Human Capital for Government Insurance Company”_.  Pada IHCA III 2017 kali ini, BPJS Ketenagakerjaan meraih _1st Best Indonesia Human Capital 2017_ Kategori _Government Owned Company_, dan _1st Best Indonesia Human Capital for Overall 2017._ Sementara untuk kategori _The Big Top Ten Human Capital Director Indonesia Award  2017_ dianugerahkan kepada Naufal Mahfudz sebagai Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan.

Penyerahan penghargaan ini dilakukan bersamaan dengan konferensi _Human Capital_ di Gedung Kementerian Ketenagakerjaan, Jumat (28/4), yang mengangkat tema _Human Capital Readiness Towards 2020 Challenges._

Penghargaan ini diterima oleh Direktur Umum & SDM BPJS Ketenagakerjaan, Naufal Mahfudz, salah satu yg terpilih menjadi The Big Ten Indonesia Human Capital  sebagai bentuk apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan dalam melakukan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang inovatif dan berbasis kompetensi.

Saat ini, sebanyak lebih dari 5.000 karyawan yang tersebar di seluruh unit kerja di Indonesia dikelola dengan  _Human Capital System_ yang terintegrasi dan berbasis kompetensi serta didukung teknologi _Human Capital Information System (HCIS)_, mulai dari proses rekrutmen, _asessment_, penilaian kinerja dan _talent management_.

Dengan sistem yang telah dibangun, BPJS Ketenagakerjaan berupaya untuk dapat  mengelola SDM yang andal dan mampu memenuhi tuntutan global dalam mencapai sasaran strategis jangka panjang. Selain itu, dengan pengelolaan SDM yang baik, BPJS Ketenagakerjaan akan mampu meningkatkan produktivitas dan kinerja yang diharapkan.

“Kami harap dengan perolehan penghargaan ini, insan BPJS Ketenagakerjaan semakin semangat dan termotivasi serta tetap rendah hati dalam mengemban tugas dan amanah yang diberikan. Ini salah satu bukti bahwa peningkatan kualitas SDM telah dilakukan selama ini memperoleh hasil yang baik dan mendapat apresiasi dari pihak eksternal,” kata Naufal.

Pengelolaan SDM BPJS Ketenagakerjaan juga tidak terlepas dari peran Institut BPJS Ketenagakerjaan dalam meningkatkan mutu kompetensi SDM yang dimiliki, baik dalam rekrutmen, maupun peningkatan kompetensi bagi karyawan. Proyeksi ke depannya, Institut BPJS Ketenagakerjaan dapat menjadi _center of excellent_ dan pusat riset untuk pengembangan jaminan sosial di Indonesia.

“Dengan adanya fasilitas seperti Institut BPJS Ketenagakerjaan, kami berharap peran serta kami dalam membangun jaminan sosial, khususnya ketenagakerjaan, dapat lebih optimal untuk kemajuan bangsa Indonesia,” jelas Naufal.

Konferensi dan penyerahaan penghargaan IHCA III 2017 ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk apresiasi dan penghargaan tertinggi bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia, baik badan usaha pemerintah maupun swasta. Penghargaan ini melibatkan 13 orang eksekutif dari berbagai institusi dan media sebagai dewan juri.

"Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas SDM kami agar dapat terus memperluas cakupan kepesertaan dan memberikan layanan terbaik serta memajukan program jaminan sosial ketenagakerjaan di masa-masa yang akan datang." tutup Naufal.


Contact Information 1:
Moch Arfan

moch.arfan@bpjsketenagakerjaan.go.id
(021) 520 7797