May
29
2017
     14:08

Dirut BPJS Ketenagakerjaan Beri Kuliah Umum Jaminan Sosial di Universitas Diponegoro

Dirut  BPJS Ketenagakerjaan Beri Kuliah Umum Jaminan Sosial di Universitas Diponegoro
Publisher
Contributor
Administrator 3
Attachment(s)
— No Files —

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, memberikan kuliah umum tentang jaminan sosial ketenagakerjaan kepada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) di gedung kampus Undip Semarang, Jumat (26/05).

Kuliah umum ini terselenggara atas dukungan dan kerjasama antara fakultas hukum Undip dan BPJS Ketenagakerjaan yang bertujuan untuk memperkaya wawasan para mahasiswa mengenai  jaminan sosial secara umum dan secara spesifik tentang BPJS Ketenagakerjaan. Selain untuk menambah wawasan juga sebagai modal pengetahuan untuk menekankan pentingnya memiliki perlindungan jaminan sosial saat memasuki usia kerja nanti.
 
Dalam kesempatan tersebut, Agus menyampaikan beberapa poin penting yang menjadi fokus dalam materinya. Diantaranya adalah filosofi dan peran penting jaminan sosial untuk menata kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia juga menjelaskan rancang bangun struktur hukum yang melandasi sistem jaminan sosial dan peraturan yang masih tumpang tindih mengenai hal tersebut, termasuk pengelompokan pengelolaan jaminan sosial berdasarkan program agar tercapai skala ekonomi yang tidak berpatok pada segmentasi market.
 
Selain itu dibahas pula hal-hal penting lainnya seperti positioning pelaksanaan jaminan sosial di Indonesia dengan perbandingan beberapa jaminan sosial di beberapa negara, dimana menurut penjelasannya, iuran jaminan sosial disini relatif masih sangat kecil dengan manfaat yang sangat besar. Khusus untuk progam jaminan pensiun yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan saat ini baru memulai dengan persentase total 3 persen, sementara negara lain rata-rata sudah mencapai dua digit bahkan seperti Italia sudah dengan pemotongan iuran sebesar 33% dari upah.
 
“Pelaksanaan jaminan sosial dalam keadaan seperti ini memang menguntungkan masyarakat, namun berpotensi merugikan keuangan negara dan menjadi ancaman risiko sosial yang dapat terjadi di kemudian hari apabila negara tidak mampu secara finansial menopang pendanaannya, seperti Yunani dan Brazil kemarin,”  tegas Agus dalam pemaparannya.
 
Edukasi tentang jaminan sosial kepada mahasiswa ini diharapkan dapat membangun kesadaran lebih dini di lingkungan usia produktif untuk lebih memahami pentingnya memiliki perlindungan jaminan sosial, baik yang diselenggarakan oleh BPJS Ketanagakerjaan maupun BPJS Kesehatan agar saat memasuki dunia kerja mereka lebih cermat memilih tempat bekerja yg memperhatikan kesejahteraan pekerjanya.
 
“Kami berharap mereka nantinya bisa memlilih dengan bijak tempat kerja yang memang memperhatikan kesejahteraan tenaga kerjanya dengan mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta program jaminan sosial dan semoga pengetahuan yang diperoleh hari ini dapat dibagikan juga kepada masyarakat secara luas agar kita dapat bersama-sama mendukung penyelenggaraan program pemerintah ini,” tutupnya.

 


Contact Information 1:
Moch Arfan

moch.arfan@bpjsketenagakerjaan.go.id
(021) 520 7797


Contact Information 2:
Administrator-1
KONTAN
admin1@kontan.co.id
021