November
02
2018
     15:33

Hadiri IPOC di Bali, Mendag: Investasi Riset Jadi Kunci Peningkatan Ekspor Kelapa Sawit

Hadiri IPOC di Bali, Mendag: Investasi Riset Jadi Kunci Peningkatan Ekspor Kelapa Sawit
Publisher
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Contributor
Administrator 3
Attachment(s)
— No Files —

Bali, 1 November 2018 ? Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan pentingnya investasi riset kelapa sawit. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan produk minyak kelapa sawit yang diperlukan oleh industri dan pengguna mancanegara. Penegasan ini disampaikan saat memberikan paparan pada Konferensi Minyak Kelapa Sawit Indonesia (The Indonesian Palm Oil Conference/IPOC) 2018, hari ini, Kamis (1/11) di Nusa Dua, Bali.

"Untuk meningkatkan ekspor komoditas kelapa sawit, kita harus mampu menciptakan kebutuhan dan membuka pasar ekspor di mancanegara. Kuncinya adalah melalui investasi riset dan pengembangan kelapa sawit," ungkap Mendag.

Berbagai investasi atas riset dan pengembangan dapat dilakukan untuk menciptakan produk minyak kelapa sawit yang dapat memberikan kontribusi terhadap biofuel generasi kedua yang berkelanjutan. Selain itu, juga perlu dilakukan pengembangan riset atas dampak minyak kelapa sawit terhadap kesehatan, dan riset terhadap bioavtur serta berpartisipasi secara aktif dalam Kelompok Pengguna Bahan Bakar Aviasi yang berkelanjutan (SAFUG) dan asosiasi organisasi sektor industri kelapa sawit (Roundtable for Sustainable Biofuels/RSB).

"Hal ini penting dilakukan mengingat konsumen kini adalah konsumen terdidik dan memiliki kesadaran tinggi tentang lingkungan hidup, sehingga membutuhkan produk yang lebih sehat, lebih aman, dan ramah lingkungan," imbuh Mendag.

Mendag juga menegaskan, minyak kelapa sawit bukan sekedar produk bagi Indonesia dan dunia. Minyak kelapa sawit telah memiliki peran penting dalam bidang ekonomi dalam hal ketersediaan lapangan pekerjaan serta pengentasan kemiskinan.

Namun seiring perkembangan industri minyak kelapa sawit, kampanye negatif semakin kencang dihembuskan oleh negara-negara maju. Tiga isu utama yang kerap menjadi bahan kampanye negatif tersebut adalah isu kesehatan, lingkungan, dan pembangunan yang berkelanjutan.

"Untuk itu, investasi yang tidak kalah pentingnya adalah investasi terhadap kampanye positif minyak kelapa sawit. Para pelaku usaha perlu bersatu dalam menghadapi isu-isu negatif seputar minyak kelapa sawit dengan melakukan kampanye positif," imbuhnya.

Pemerintah juga berupaya sebaik mungkin melalui berbagai cara diplomatik untuk menghentikan kampanye negatif tersebut dan untuk menciptakan gambaran yang lebih obyektif tentang minyak kelapa sawit. Salah satunya adalah dengan memprioritaskan bidang minyak kelapa sawit di setiap perjanjian perdagangan antara Indonesia dengan negara lain.

Tahun lalu, minyak kelapa sawit menyumbang 13,7% dari total pendapatan ekspor Indonesia sebesar USD 168,8 miliar dan menjadi sumber penghasilan bagi 5,3 juta pekerja, serta memberikan penghidupan bagi 21 juta orang di Indonesia.

IPOC adalah forum tahunan industri kelapa sawit yang diselenggarakan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). Acara ini telah menjadi patokan bagi para pemangku kepentingan industri kelapa sawit dalam mengikuti perkembangan terbaru seputar tren pasar, peraturan, serta kebijakan pemerintah.

Tahun ini IPOC mengambil tema “Palm Oil Development: Contribution to SDGs”. Tema tersebut penting untuk diangkat karena untuk menjawab isu-isu negatif terhadap perkebunan kelapa sawit. Konferensi tersebut dihadiri oleh sekitar 1.500 peserta dari 36 negara.

Tujuan diselenggarakannya konferensi ini juga untuk menunjukkan kepada dunia bahwa sektor kelapa sawit adalah sektor yang berkontribusi besar terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.


Contact Information 1:
Fajarini Puntodewi

pusathumas@kemendag.go.id
021-3860371


Contact Information 2:
Deny W. Kurnia

deny.kurnia@kemendag.go.id
(021) 23528462, (021) 3858171 Ext: 36902

Release Terkini


video porno izle
En yeni sikis porno izle adresi!