May
08
2017
     08:56

Hasil Investigasi PT MRT Jakarta Terkait Insiden Terlimpasnya Jalan Jenderal Sudirman dengan Cairan Berbusa

Contributor
Administrator 3
Attachment
— No Files —

Menindaklanjuti insiden terlimpasnya Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, dengan cairan berbusa pada Sabtu (6/5) kemarin, dalam waktu 1 x 24 jam pihak PT MRT Jakarta melakukan investigasi agar mendapatkan informasi yang lebih jelas dan detail atas kejadian di depan kawasan Ratu Plaza tersebut.  

Hasil yang ditemukan dalam investigasi itu:

1. Cairan berbusa dikenali sebagai material “Kankyo-8” yang digunakan kontraktor proyek untuk memudahkan proses pengeboran tanah. Sifat material ini melonggarkan ikatan antarbutiran tanah. Kankyo-8 sudah digunakan dalam pengerjaan pembuatan terowongan bawah tanah di Jepang dan di negara-negara lain. Kankyo-8 juga dikenal sebagai bahan yang ramah lingkungan karena masuk dalam kategori bahan kimia yang tidak berbahaya dan mudah larut secara alami. 

2. Insiden terjadi karena salah seorang pekerja konstruksi membuka keran penyimpanan di lokasi pengerjaan dan mengambil sejumlah material cair tersebut dengan tujuan membersihkan alat kerja, namun lalai menutup kembali keran penyimpanan cairan dengan rapat. Hal tersebut menyebabkan mengalirnya cairan keluar dari lokasi proyek.

3. Tumpahan cairan tersebut kemudian bercampur dengan air hujan dan tergilas oleh mobil-mobil yang melintas sehingga menyebabkan genangan busa di sekitar Jalan Jenderal Sudirman.

4. Sesuai dengan Standard Operational Procedures (SOP) dan Material Safety Data Sheet (MSDS) yang berlaku, kontraktor segera membersihkan busa dengan menyiramkan air dan membuat bund wall (pembatas) untuk mencegah material meluas keluar menuju jalan. 

5. Sebagai tindakan pencegahan agar kejadian tidak terulang lagi, PT MRT Jakarta telah membuat Rencana Aksi, yaitu 1) Memindahkan material sisa dari lokasi pengerjaan; 2) Memberi pemahaman kepada pekerja tentang keselamatan dan tata cara penggunaan material dan peralatan sesuai dengan SOP dan MSDS; 3) Meningkatkan pengawasan kerja di area proyek; 4) Membuat silt trap dan Mobile Concrete Barrier (MCB) patching  serta metode kerja lainnya yang bertujuan untuk mencegah material proyek, baik padat maupun cair, keluar dari area proyek; 5) Menyediakan tempat penampungan tambahan dalam setiap penggunaan bahan-bahan kimia lainnya.

6. PT MRT Jakarta sudah memberikan teguran dan peringatan kepada kontraktor atas kejadian ini. Lebih lanjut, kontraktor akan diberi sanksi berupa Demerit Point (pengurangan poin nilai pada aspek Health and Safety Environment/HSE). Pengurangan poin ini akan masuk ke penilaian atas kinerja kontraktor dan nantinya dapat mempengaruhi peluang kontraktor tersebut untuk berpartisipasi dalam proyekproyek MRT Jakarta di masa depan.

7. Atas insiden ini, pihak PT MRT Jakarta akan segera berkonsolidasi dan melakukan evaluasi secara menyeluruh guna memperbaiki seluruh sistem dan metode kerja dalam proses pengerjaan proyek MRT Jakarta.

PT MRT Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas ketidaknyamanan yang timbul dari insiden ini. Kami terus berkomitmen untuk menjaga keselamatan dan kualitas kerja dari proyek MRT Jakarta. 


Contact Information 1:
Tubagus Hikmatullah

tb.hikmat@jakartamrt.com
0811 903 178