June
19
2017
     09:39

Indonesia Peringati Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia

Indonesia Peringati Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia
Publisher
Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan
Contributor
Administrator 3
Attachment(s)
— No Files —

Bogor, Biro Humas Kementerian LHK, Sabtu, 17 Juni 2017. Sebagai salah satu negara anggota United Nation Convention to Combat Desertification (UNCCD), Indonesia memperingati Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia, atau yang lebih dikenal sebagai World Day to Combat Desertification (WDCD) setiap tanggal 17 Juni.

Sejak ditetapkannya oleh Majelis Umum PBB melalui resolusi majelis Umum A/RES/49/115 di tahun 1994, WDCD bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang masalah degradasi lahan.

Dalam seminar WDCD yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pengendalian DAS dan Hutan Lindung (PDAS HL), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), di Bogor (17/06/2017), Direktur Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan DAS, Yuliarto Joko Putranto, mewakili Dirjen PDAS HL, menyampaikan Sambutan Menteri LHK dalam rangka WDCD.

Disampaikan oleh Yuliarto, bahwa data Sekretariat Konvensi PBB tentang Penanggulangan Degradasi Lahan menunjukkan, degradasi lahan menyebabkan terjadinya kematian akibat kelaparan, sebanyak 16 orang setiap menit, dan 12 diantaranya adalah anak-anak. Selain itu, untuk mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, telah dicanangkan target keseimbangan antara degradasi dan rehabilitasi pada tahun 2030 (2030 Zero Net Land Degradation).

 “Saat ini, di Indonesia masih terdapat sekitar 24,3 juta hektar lahan kritis (lahan tergradasi) yang perlu direhabilitasi (KLHK, 2015). KLHK terus berupaya untuk mengatasinya, melalui rehabilitasi  hutan dan lahan, pembuatan bangunan konservasi tanah, pembangunan persemaian permanen, dan kampanye penanaman 25 pohon bagi setiap orang”, tutur Yuliarto.

Salah satu upaya lainnya, yaitu diterbitkannya Undang-undang Nomor 37 Tahun 2014 tentang Konservasi Tanah dan Air.  Sebelumnya, sebagai bentuk kepedulian terhadap masalah degradasi lahan global, Indonesia telah meratifikasi UNCCD melalui Keputusan Presiden Nomor 135 Tahun 1998. Dalam hal ini, Ditjen PDAS HL KLHK bertindak sebagai National Focal Point UNCCD di Indonesia.

WDCD tahun 2017 bertema “Conserving Our Land for Sustainable Livelihoods” (Melestarikan Tanah untuk Keberlanjutan Kehidupan), dengan slogan “Our Land, Our Home, Our Future” (Tanah Kita, Rumah Kita, Masa Depan Kita). Kegiatan WDCD terdiri dari pembagian bibit gratis kepada masyarakat, penanaman pohon, sosialisasi, pelatihan, peluncuran bangunan konservasi tanah dan air, workshop/seminar, dan kunjungan lapangan. Selain itu, WDCD juga diperingati secara serentak oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen PDAS HL KLHK di seluruh Indonesia.

Turut hadir dalam seminar ini, Ketua Masyarakat Konservasi Tanah Indonesia, Prof. Kukuh Murtilaksono, Komite WDCD 2017, UNDP, LSM, praktisi, akademisi, serta para pelestari DAS di seluruh Indonesia. Acara puncak WDCD secara internasional tanggal 17 Juni 2017, akan berlangsung di Ouagadougou, Burkina Faso, Republik Burkina Faso, Afrika Barat, sedangkan Conference on Parties (COP) ke-13 UNCCD akan diselenggarakan di Cina, bulan Oktober mendatang, setelah dua tahun sebelumnya dilaksanakan di Turki.


Contact Information 1:
Djati Wicaksono Hadi

humaskemenhut@gmail.com
0813756333330


Contact Information 2:
Administrator-1
KONTAN
admin1@kontan.co.id
021