May
22
2017
     19:41

Kinerja Kuartal I 2017 Indosat Ooredoo Catat Pertumbuhan Pendapatan dan Pertumbuhan Data Signifikan

Publisher
Contributor
Administrator 3
Attachment
— No Files —

Jakarta, 22 Mei 2017 – Indosat Ooredoo berhasil mencatat pertumbuhan yang cukup sehat di kuartal I 2017 yang berakhir 31 Maret 2017, melanjutkan tren pertumbuhan bisnis dan keuntungan yang telah dibukukan sebelumnya. Indosat Ooredoo mencatat pertumbuhan pendapatan dan pertumbuhan data yang cukup signifikan, termasuk pertumbuhan pelanggan selular.

Perusahaan mencatat pertumbuhan untuk pendapatan sebesar 7,0% terhadap periode yang sama tahun sebelumnya, dengan membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp7,3 triliun dalam triwulan pertama tahun 2017. Perusahaan juga mencatat pertumbuhan jumlah pengguna data yang mendorong pertumbuhan trafik data sebesar 227,6% dan pertumbuhan pendapatan data sebesar 40,5% dibanding TW1-16. Jumlah pelanggan selular pada TW1-17 meningkat sebesar 25,8 juta pelanggan dibandingkan dengan TW1-16, menjadi 95,6 juta pelanggan di kuartal I 2017, di mana ini merupakan hasil dari penawaran paket-paket menarik yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup pelanggan.

Pendapatan Selular meningkat sebesar 6,6% pada triwulan pertama tahun 2017, utamanya disebabkan peningkatan pendapatan Data dan VAS yang diimbangi dengan penurunan dari pendapatan Telepon, SMS, dan interkoneksi. Jumlah pelanggan selular pada triwulan pertama tahun 2017 mencapai 95,6 juta pelanggan. Pendapatan MIDI meningkat sebesar 9,9% dibandingkan TW1 2016, utamanya disebabkan pertumbuhan bisnis layanan IT yang dikontribusi dari Lintasarta, salah satu anak perusahaan Indosat Ooredoo. Sementara pendapatan telekomunikasi tetapmeningkat sebesar 5,7% dibandingkan TW1 2016 yang utamanya disebabkan oleh peningkatan trafik incoming.

 

EBITDA tumbuh 4,7% menjadi Rp3,1 triliun (TW1 2016: Rp3,0 triliun), dengan marjin EBITDA sebesar 42,5%. Total utang dari pinjaman bank dan obligasi juga mengalami penurunan sebesar Rp2,8 triliun atau penurunan sebesar 12,6% dibanding periode yang sama tahun lalu. Pendapatan selular, MIDI dan telekomunikasi tetap masing-masing memberikan kontribusi sebesar 83%, 14%, dan 3% terhadap pendapatan konsolidasian Perusahaan.

 

Perusahaan menambah 5.849 BTS dimana 58% di antaranya merupakan BTS 3G dan 4G untuk menunjang pertumbuhan penggunaan data yang sangat tinggi.

 

Perusahaan telah berhasil mengurangi porsi utang USD sebesar 54,7% dari USD351,0 juta (mewakili 21% dari total utang) pada TW1-16 menjadi sebesar USD158,9 juta (mewakili 11% dari total utang) di mana Indosat Ooredoo melanjutkan inisiatifnya untuk mengurangi pengaruh fluktuasi mata uang terhadap laba/rugi bersih Perusahaan, hal ini juga berpengaruh pada stabilitas beban bunga. Laba bersih positif berlanjut dengan dicatatnya Rp173,9 miliar pada TW1-17.

Ikhtisar Keuangan dan Operasi:

Analisa Triwulanan

Analisa Tahunan

TW1 2017

TW4 2016

%Perubahan

TW1 2017

TW1 2016

%Perubahan

Pendapatan (Rp Miliar)

7.289,8

7.659,9

(4,8)

7.289,8

6.813,0

7,0

Selular (Rp Miliar)

6.050,5

6.203,8

 (2,5)

6.050,5

5.676,3

6,6

Non-Selular (Rp Miliar)

1.239,3

1.456,1

 (14,9)

1.239,3

1.136,7

9,0

Beban (Rp Miliar)

(6.458,1)

(6.573,8)

 (1,8)

(6.458,1)

(5.965,4)

8,3

Laba Usaha (Rp Miliar)

831,7

1.086,1

 (23,4)

831,7

847,6

(1,9)

Beban lain-lain - bersih (Rp Miliar)

(522,6)

(630,7)

(17,1)

(522,6)

(477,3)

9,5

EBITDA* (Rp Miliar)

3.099,7

3.398,3

 (8,8)

3.099,7

2.960,5

4,7

Marjin EBITDA (%)

42,5%

44,4%

(1,9)

42,5%

43,5%

(1,0)

Keuntungan (Kerugian) Selisih Kurs - bersih (Rp Miliar)

41,2

(153,3)

(126,8)

41,2

330,1

87,5

Laba Periode Berjalan Yang  Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk (Rp Miliar)

173,9

259,6

 (33,0)

173,9

217,2

(19,9)

Pengeluaran Belanja Barang Modal (Rp Miliar)

622,1

3.615,5

(82,8)

622,1

556,7

11,8

Total Utang (Rp Miliar)

19.314,9

20.161,2

 (4,2)

19.314,9

22.084,4

(12,6)

Kewajiban Sewa Pembiayaan

(Rp Miliar)

3.438,7

3.513,5

 (2,1)

3.438,7

3.760,0

(8,5)

Jumlah Pelanggan Selular (Juta)

95,6

85,7

 11,6

95,6

69,8

37,0

ARPU Selular (Rp Ribu)

21,7

24,5

 (11,3)

21,7

26,4

(17,8)

ARPM (Rp)

125

123

 1,6

125

137

(8,7)

MoU (menit / pelanggan)

57,0

67,5

 (15,7)

57,0

68,9

(17,4)

Trafik Data (TB)

209.591

188.101

 11,4

209.591

63.987

227,6

Trafik SMS (Juta)

37

44

 (15,4)

37

52

(29,8)

Total BTS

58.175

56.483

 3,0

58.175

52.326

11,2

BTS 2G

24.219

24.042

 0,8

24.219

23.714

2,1

BTS 3G

28.510

27.724

 5,5

28.510

25.068

13,7

BTS 4G

5.446

4.717

 15,6

5.446

3.544

53,7

EBITDA (pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) merupakan metode pengukuran yang bukan berasal dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan yang diyakini oleh manajemen sebagai suatu metode pengukuran tambahan yang berguna untuk menentukan ketersediaan kas sebelum pelunasan hutang yang jatuh tempo, belanja modal, dan pajak penghasilan. Untuk perhatian Investor, EBITDA tidak dapat ditafsirkan sebagai alternatif untuk menentukan pendapatan bersih sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan, sebagai suatu indikator atas kondisi Perusahaan atau indikator atas arus kas dari kegiatan operasional sebagai ukuran likuiditas dan arus kas. EBITDA tidak memiliki pengertian standar berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. Metode yang digunakan Perusahaan untuk menghitung EBITDA dapat berbeda dengan metode penghitungan yang dilakukan oleh perusahaan lain dan karenanya tidak dapat dibandingkan dengan EBITDA perusahaan lain.

 


Contact Information 1:
Investor Relation & Corporate Secretary

investor@indosatooredoo.com
62-21-30442615