March
13
2017
     12:11

Menteri Korea dan Personil Suju Pastikan Kehadiran di Indonesia-Korea Business Summit

Publisher
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
Contributor
Administrator 3
Attachment(s)
— No Files —

Jakarta, 13 Maret 2017 --- Menteri Perdagangan, Industri dan Energi Korea Selatan Joo Hyung-Hwan dipastikan akan menghadiri kegiatan Indonesia-Korea Business Summit yang akan digelar besok (14/3) di Jakarta. Kegiatan yang merupakan prakarsa Badan Koordinasi Penanaman Modal bersama dengan Chosunilbo (media terbesar di Korea Selatan) tersebut juga akan dihadiri oleh Lee-Teuk yang disebut-sebut sebagai leader dari boyband Super Junior (Suju).

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong menyampaikan bahwa acara business summit tersebut akan dihadiri oleh lebih dari 500 peserta yang terdiri dari 400-an peserta Korea dan 150 peserta dari Indonesia. “Acaranya cukup beragam dengan pembicara mulai menteri-menteri hingga personil boyband Suju,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, Senin (13/3).

Menurut Tom, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Joko Widodo ke Korea Selatan pada bulan Mei 2016. “Ada empat breakout session yang akan membicarakan secara fokus terkait sektor-sektor utama diantaranya energi, ekonomi kreatif, industri serta konektifitas udara dan pariwisata,” jelasnya.

Acara yang bertujuan untuk mempererat kerjasama investasi Indonesia-Korea tersebut rencananya akan di mulai pukul 09.00 dengan salah satu pembicara utama adalah Presiden RI Joko Widodo. Dalam kegiatan tersebut, Menko Perekonomian Darmin Nasution juga dijadwalkan turut mendampingi kehadiran Presiden RI. Setelah dibuka oleh Presiden Joko Widodo, sesi awal akan membahas topik Fostering Investment and Partnership between Indonesia and Korea dengan narasumber antara lain Airlangga Hartarto (Menteri Perindustrian), Enggartiasto Lukita (Menteri Perdagangan),  Thomas Lembong (Kepala BKPM), Triawan Munaf (Kepala BEKRAF), dan Kim Jae Hong (CEO KOTRA).

Selanjutnya, sembari makan siang peserta juga akan mendengarkan paparan dari Lee Soo-Man, Chairman SM Entertainment Group yang akan didampingi oleh Lee-Teuk dari Super Junior. SM Entertainment Group merupakan perusahaan yang menaungi boyband kondang asal Korea Selatan tersebut.

Setelah makan siang, sesi berikutnya akan terbagi menjadi dua, yakni sektor industri dengan pembicara yakni Achmad Sigit Dwiwahjono (Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka Kemenperin), Kunjung Masehat (Sekretaris Direktorat Jenderal Kemenaker), Dony Sugihmukti (Presdir PT Krakatau Industrial Estate Cilegon), Harijanto (Chairman of Adis Dimension Footwear), Iwan Kurniawan Lukminto (Wadir PT Sritex), Yun Won-Sok (EVP KOTRA), Vice Chairman of President Lotte Chemical, Kim Jhi-Yong (Presdir PT Posco Indonesia), dan Shin Man Ki (President of Parkland Indonesia). Kemudian, untuk sesi sektor ekonomi kreatif pembicaranya adalah Triawan Munaf (Kepala Bekraf), Sutanto Hartono (Elang Mahkota Tech), Michael Wiluan (Infinite Frameworks Studio), Park Yong Ho, Chairman of Presidential Committee on Young Generation - Director Seoul Center for the Creative Economy dan Innovation  (CCEI), Han Se-Min (Executive VP SM Entertainment Group CEO SM Culture and Contents) dan Wishnutama (CEO Net TV).

Selanjutnya coffee break, dan dilanjutkan dengan panel berikutnya yang akan membahas sektor energi dengan pembicara Archandra Tahar (Wamen ESDM), Nicke Widyawati (Direktur Perencanaan PLN), Yenni Andayani (Plt Dirut Pertamina), Dwi Prasetyo Suseno (Deputy CEO Sinarmas Energy and Mining), Chang Jae-Won (President Korea South East Power), Chang Keun Song (Chairman of Korean Chamber of Commerce Indonesia), Cho Hwan Ik (President of Korea Electric Power Corporation). Di ruang lainnya, sektor pariwisata dan konektifitas udara akan dibahas oleh beberapa pembicara Agus Susanto (Dirjen Perhubungan Udara, Kemenhub), Robert Waloni (Staf Khusus untuk Infrastruktur, Kementerian Pariwisata), Cho Hyun-Min (VP of JIN Air), Rifai Taberi (Act. Direktur Komersial PT Air Asia Indonesia), dan Rudy Lumingkewas (CEO Lion air).

Dari data BKPM, investasi dari Korea Selatan selama lima tahun terakhir periode 2012-2016 mencapai USD 7,5 miliar terdiri dari 7.607 proyek. Jumlah investasi tersebut membuat posisi Korea Selatan berada di posisi ketiga di bawah Singapura (USD 30,4 miliar) dan Jepang (USD 18 miliar) , serta di atas Malaysia (USD 7,2 miliar) dan Amerika Serikat (USD 7 miliar).


Contact Information 1:
Ariesta Riendrias Puspasari

humas@bkpm.go.id
021-5269874


Contact Information 2:
Administrator-1
KONTAN
admin1@kontan.co.id
021

Release Terkini


video porno izle
En yeni sikis porno izle adresi!