September
04
2017
     14:02

Sembilan Pemimpin Muda Bersaing Wakili Indonesia di Ajang Jejaring Bergengsi Dunia

Sembilan Pemimpin Muda Bersaing Wakili Indonesia di Ajang Jejaring Bergengsi Dunia
Publisher
Contributor
Administrator 3
Attachment(s)
— No Files —

Jakarta, 4 September 2017 – Organisasi internasional asal Inggris Raya yang bergerak di bidang pendidikan dan kebudayaan British Council memfasilitasi sembilan pemimpin muda Indonesia yang bersaing untuk mewakili Indonesia dalam ajang jejaring bergengsi dunia bertajuk Future Leaders Connect 2017 di Inggris pada Oktober 2017 mendatang.

Program Future Leaders Connect digagas British Council dengan tujuan untuk mengidentifikasi pemuda-pemudi di seluruh dunia yang berpotensi menjadi pembuat kebijakan di masa depan serta berperan dalam penentuan kebijakan global dalam beberapa tahun ke depan. Sebanyak 11.000 orang dari 11 negara telah mengajukan aplikasinya tahun ini dan British Council Indonesia telah memilih sembilan finalis dari sekitar 500 aplikasi yang masuk.

Kesembilan finalis tersebut adalah Ayu Kartika Dewi, Dina Novita Sari, Felippa Ann Amanta, Gandrie Ramadhan Apriandito, Hana Hanifah, Irfan L. Sarhindi, Marcella Wijayanti, Nurul Maretia Rahmayanti, dan Joos Meikhel Gaghenggang.

Lewat gelaran acara Heat-Event Future Leaders Connect 2017 yang digelar di Jakarta, Kamis (31/8), sembilan pemimpin muda tersebut mendapat kesempatan selama lima menit untuk memaparkan idenya di hadapan dewan juri tentang bagaimana menciptakan dunia yang lebih baik.

Bertindak sebagai dewan juri dalam kegiatan heat-event tersebut adalah Wakil Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid, Deputi Direktur British Council Ian Robinson, dan Senior Program Manajer British Council Muhaimin Syamsuddin.

Empat orang terbaik akan diberangkatkan ke Inggris guna mengikuti program pelatihan kepemimpinan dan pembuat kebijakan selama sembilan hari pada Oktober 2017.

Sepuluh negara yang berpartisipasi dalam Future Leaders Connect adalah Indonesia, India, Pakistan, Nigeria, Kenya, Meksiko, Maroko, Tunisia, Amerika Serikat, Mesir, ditambah Inggris, Wales, Skotlandia dan Irlandia Utara.

Direktur British Council Indonesia Paul Smith mengatakan melalui Future Leaders Connect British Council berharap dapat membantu generasi muda untuk memahami praktik pembuatan kebijakan dengan memberikan kesempatan bagi mereka untuk berhubungan dengan para pemimpin saat ini.

“Pemahaman terhadap tatanan internasional menjadi sebuah hal yang penting bagi pemimpin masa depan setiap negara guna memahami dan menghadapi berbagai tantangan global,” kata Smith.

Hasil riset British Council menunjukkan bahwa mereka yang memiliki keterlibatan dalam hubungan budaya – seni, pendidikan dan kegiatan bahasa Inggris—dengan Inggris memiliki tingkat kepercayaan lebih tinggi di Inggris. Riset lain British Council pada tahun 2014 juga menunjukkan bahwa satu dari sepuluh pemimpin dunia pernah menempuh studi di Inggris.

Tentang British Council

British Council adalah organisasi internasional untuk hubungan budaya dan kesempatan pendidikan asal Inggris. Kami menciptakan dialog yang bersahabat antara warga Inggris dengan masyarakat dunia. Dengan menggunakan sumber daya budaya yang dimiliki Inggris kami menghadirkan kontribusi positif di berbagai negara yang menjadi wilayah kerja kami – mengubah kehidupan masyarakat dengan menciptakan kesempatan, membangun jaringan serta menimbulkan rasa percaya.

Kami hadir di lebih dari 100 negara di seluruh dunia dan berkarya dalam bidang seni dan budaya, bahasa Inggris, pendidikan dan kemasyarakatan. Setiap tahunnya kami menjangkau lebih dari dua puluh juta orang lewat metode tatap muka dan lebih dari 500 juta orang secara online, siaran radio serta berbagai publikasi.


Contact Information 1:
Panji Pratama

Panji.Pratama@britishcouncil.or.id
+62 811 8255 935