June
02
2017
     13:56

Standard Chartered Bank Sumbang Retina Camera untuk Pemeriksaan Mata Bayi Lahir Prematur

Standard Chartered Bank Sumbang Retina Camera untuk Pemeriksaan Mata Bayi Lahir Prematur
Publisher
Contributor
Administrator 3
Attachment(s)
— No Files —

JAKARTA, 31 Mei 2017 – Standard Chartered Bank (“Bank”) hari ini menyerahkan satu buah kamera retina, alat yang dipergunakan untuk memeriksa retina bayi lahir prematur, kepada Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (“RSCM”). Acara serah terima yang diselenggarakan bersamaan dengan kegiatan buka puasa bersama Bank ini dilakukan oleh Chief Executive Officer Standard Chartered Bank, Rino Donosepoetro, kepada Dr. dr. Nina Kemala Sari, SpPD-KGer, MPH, Direktur Pengembangan dan Pemasaran RSCM. Turut menyaksikan acara serah terima adalah Dr. Satya Praba Kotha, Senior Program Manager Eye Health Helen Keller International.

Penyerahan kamera retina ini merupakan bagian dari Seeing is Believing (SIB), sebuah komitmen global Bank yang dilaksanakan sejak 2003 dan bertujuan untuk mencegah kebutaan dan gangguan penglihatan. Salah satu fokus dari program ini adalah penyediaan program deteksi dini bagi anak-anak dengan gangguan penglihatan atau gangguan kesehatan mata yang dapat dihindari serta pemberian akses bagi pemeriksaan dan pengobatan mata dengan harga terjangkau.

Chief Executive Officer Standard Chartered Bank Indonesia Rino Donosepoetro menyampaikan bahwa, “Bekerjasama dengan Helen Keller International, sebagai salah satu mitra program SIB, Bank memiliki komitmen untuk mencegah sejak dini gangguan penglihatan dan kebutaan yang dapat dihindari. Salah satu bentuknya adalah pemberian bantuan kamera retina kepada RSCM yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi bayi prematur yang diduga menderita Retinopathy of Prematurity (ROP/Retinopati Prematuritas).”

Retinopati Prematuritas/ROP adalah kelainan pada mata yang terjadi pada bayi lahir prematur. Kelainan ini disebabkan adanya pertumbuhan pembuluh darah retina abnormal yang dapat menyebabkan perlukaan atau lepasnya retina. Data dari RSCM menunjukkan pada 2013, kurang dari 10% bayi lahir prematur di rumah sakit selain RSCM memperoleh pemeriksaan ROP. Hal ini disebabkan karena kurangnya pelatihan, kapasitas, dan ketidakmampuan untuk mengidentifikasi bayi berisiko. Ada juga kasus dimana bayi lahir prematur diluar RSCM terlambat dirujuk untuk diperiksa di RSCM. Namun demikian, dalam sejumlah kasus, bayi prematur dengan risiko ROP masih dapat diobati.

Program SIB dilaksanakan di seluruh dunia, termasuk Indonesia, sejak 2003. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan diantaranya pelaksanaan operasi katarak, pemeriksaan mata dan pemberian kacamata, peningkatan capacity building bagi tenaga kesehatan mata, diabetic retinopathy, serta pembuatan fasilitas pendukung pemeriksaan mata di beberapa wilayah di Indonesia. Sejak tahun lalu, Bank bermitra dengan Helen Keller International dan konsorsiumnya untuk periode 2015-2020 dengan fokus utama penyediaan pemeriksaan dini bagi anak-anak dengan gangguan penglihatan atau gangguan kesehatan mata yang dapat dihindari. Beberapa hasil yang telah dicapai sejak tahun lalu diantaranya pembangunan pusat pemeriksaan mata khusus anak di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin, Makassar, pertama kalinya ada di wilayah Indonesia Timur. Selain itu juga, tercatat beberapa kegiatan seperti 25 orang anak menerima bantuan operasi mata, 346 anak dengan keterbatasan fisik memperoleh kacamata gratis, dan sekitar 1.539 anak dengan keterbatasan fisik juga telah menerima edukasi kesehatan mata dan beberapa kegiatan capacity building bagi para tenaga kesehatan mata. 

Tentang Standard Chartered Bank – memimpin di Asia, Afrika dan Timur Tengah

Kami adalah grup perbankan internasional terdepan, dengan dukungan lebih dari 80,000 orang staf serta rekam sejarah lebih dari 150 tahun di beberapa pasar dinamis di dunia. Kami melakukan kegiatan perbankan bersama masyarakat dan perusahaan untuk giatkan investasi, perdagangan, serta penciptaan kemakmuran di Asia, Afrika dan Timur Tengah. Warisan dan nilai-nilai budaya kami tercermin melalui janji merek kami, yaitu Here for good. Standard Chartered PLC tercatat di Bursa Saham London dan Hong Kong, serta di Bursa Saham Nasional di India dan Mumbai.

Sebagai salah satu bank tertua di Indonesia, Standard Chartered Bank rmemiliki pengalaman 154 tahun sejak memulai layanan pertama kali pada tahun 1863 lalu. Dengan dukungan 23 kantor cabang yang terletak di 6 kota besar di Indonesia dan jaringan di lebih dari 30,000 ATM Bersama, menjadikan Standard Chartered adalah salah satu bank internasional dengan rekam jejak terluas di Indonesia. Standard Chartered juga memiliki saham di PermataBank. Untuk informasi lebih lanjut harap kunjungi www.sc.com, atau blog kami, BeyondBorders. Ikuti pula akun media sosial Standard Chartered di Twitter, LinkedIn dan Facebook.

Tentang Program Seeing is Believing

Seeing is Believing adalah inisiatif global untuk mengatasi kebutaan yang dapat dihindari, dan merupakan kolaborasi antara Standard Chartered dan Badan Internasional untuk Pencegahan Kebutaan (IAPB) dan keanggotaannya dalam organisasi kesehatan mata. Selama lebih dari satu dekade Seeing is Believing telah mendukung proyek untuk mengatasi kebutaan dan gangguan penglihatan yang dapat dihindari. Per 31 Desember 2016, Seeing is Believing telah mengumpulkan lebih dari USD92,8 juta dari target USD100 juta. Dana yang diperoleh melalui Seeing is Believing merupakan kontribusi tunai terbesar dari sektor swasta terhadap pengembangan program kesehatan mata melalui IAPB. Sebagai bagian dari program Seeing is Believing, Standard Chartered berjanji untuk menambahkan semua dana sumbangan sampai target mencapai USD100 juta tercapai. Untuk informasi lebih lanjut harap kunjungi www.seeingisbelieving.org


Contact Information 1:
Corporate Affairs

CorporateAffairs.Indonesia@sc.com
(021) 57999000


Contact Information 2:
Administrator-1
KONTAN
admin1@kontan.co.id
021