August
23
2017
     11:15

Studi Mastercard: Prospek Pasar Saham yang Positif Menaikkan Tingkat Kepercayaan Konsumen di Asia Pasifik

Studi Mastercard: Prospek Pasar Saham yang Positif Menaikkan Tingkat Kepercayaan Konsumen di Asia Pasifik
Publisher
Contributor
Administrator 3
Attachment(s)
— No Files —

Jakarta23 Agustus 2017 – Menurut studi terbaru dari Mastercard bertajuk Indeks Kepercayaan Konsumen (Mastercard Index of Consumer Confidence), tingkat kepercayaan konsumen secara keseluruhan di kawasan Asia Pasifik tetap berada dalam zona optimis dengan skor sebesar 66,9 poin, memperlihatkan adanya sedikit peningkatan dari enam bulansebelumnya (62,7 poin). 

Peningkatan sebesar 4,2 poin tersebut utamanya didorong oleh adanya prospek positif terhadap kenaikan Pasar Saham (Stock Market) yang meningkat sebesar 7,3 poin serta Ketenagakerjaan (Employment) yang naik sebesar 5,1 poin. Sentimen konsumen tetap stabil di 11 dari 18 negara di Asia Pasifik (dengan skor kurang lebih naik atau turun sekitar 5 poin dibandingkan dengan survei terakhir). Indeks serta laporan yang menyertainya tersebut tidak dapat diinterpretasikan sebagai indikator dari kinerja keuangan Mastercard.

Didorong oleh ekspektasi yang besar terhadap kinerja perekonomiannnya, Korea Selatan mencatat peningkatan terbesar pada kepercayaan konsumen dibandingkan dengan negara lainnya di Asia Pasifik. Tingkat optimisme di Korea Selatan berada pada puncak tertinggi sejak tahun 1995, dan peningkatan sentimen yang sangat besar telah mendorong negara tersebut dari zona pesimis menjadi sangat optimis selama enam bulan terakhir. Tren ini juga terlihat pada Singapura dan Malaysia yang menunjukkan lonjakan yang cukup besar dalam hal kepercayaan konsumen.

Sementara itu, India tetap berada pada zona sangat optimis dengan 86,0 poin, meskipun tercatat sebagai negara dengan penurunan terbesar di kawasan Asia Pasifik, yakni sebesar 9,3 poin. Sementara itu di Myanmar, sentimen konsumen juga menunjukkan adanya sedikit penurunan sebanyak 6 poin. Berdasarkan indeks tersebut, tingkat pesimisme terhadap Kualitas Kehidupan (Quality of Life) merupakan faktor utama yang mendorong penurunan kepercayaan di India dan Myanmar.

Antara bulan April hingga Juni 2017, sebanyak 9.153 responden berusia 18 hingga 64 tahun di 18 negara di Asia Pasifik diminta untuk memberikan pandangannya mengenai lima faktor perekonomian untuk kurun waktu enam bulan ke depan, termasuk kondisi Ekonomi (Economy), prospek Ketenagakerjaan (Employment prospects), prospek Pendapatan Rutin (Regular Income prospects), Pasar Saham (Stock Market) dan Kualitas Hidup (Quality of Life). Indeks tersebut dihitung pada skala 0 sampai 100, dengan nol diartikan sebagai tingkat yang sangat pesimis, sementara 100 sebagai yang sangat optimis dan skor antara 40 hingga 60 sebagai netral.

Detail temuan lainnya pada tingkat negara

  • Indonesia tetap berada pada zona optimis, dengan peningkatan sebesar 4,0 poin menjadi 74,8 poin yang didorong oleh kenaikan besar pada komponen Ketenagakerjaan (+16,8) menjadi 83,2 poin, disusul oleh Ekonomi (+3,0) menjadi 71,9 poin, dan Pendapatan Reguler (+2,9) menjadi 84,2 poin. Sementara itu, sentimen terhadap Pasar Saham menurun sebesar -0,9 menjadi 57,0 poin dan Kualitas Hidup menurun sebanyak -2,0 menjadi 77,5 poin.  
  • Kamboja (93,1) memimpin kawasan tersebut sebagai negara paling optimis, disusul oleh Vietnam (90,8), Bangladesh (89,4), Filipina (88,8) dan China (88,2) yang berada pada peringkat lima besar.
  • Korea Selatan (78,0), yang mengalami sedikit peningkatan pada tingkat kepercayaan konsumen pada survei sebelumnya, mencatat kenaikan terbesar pada wilayah tersebut dibandingkan dengan survei yang dilakukan enam bulan lalu dengan peningkatan yang cukup signifikan pada ke-lima komponen – Ketenagakerjaan (+47,2), Ekonomi (+59,0), Pendapatan Reguler (+24,0), Pasar Saham (+54,2) dan Kualitas Kehidupan (+49,4).
  • Singapura (45,4, +15,4) dan Malaysia (42,3, +11,1) telah bergeser dari zona pesimis menjadi zona netral, dengan peningkatan yang cukup signifikan (lebih dari 10 poin). Kedua negara tersebut mengalami peningkatan sebesar 15 poin dalam komponen Pasar Saham.
  • China (88,2, +7,4) dan Bangladesh (89,4, +6,6) bergeser ke zona sangat optimis, dengan peningkatan yang cukup besar pada seluruh komponen, khususnya Ketenagakerjaan (+12,1) untuk China dan Pasar Saham (+15,0) untuk Bangladesh.
  • India (86,0, -9,3) menunjukkan penurunan terbesar dalam tingkat kepercayaan di kawasan tersebut, namun tetap berada pada zona sangat optimis. Kelima komponen di negara tersebut menurun, khususnya terhadap pandangan konsumen pada tingkat Ekonomi (-11,0) dan Kualitas Kehidupan (-11,6) yang mengalami penurunan paling besar.
  • Filipina (88,8, -2,7) dan Myanmar (86,8, -6,0) mengalami sedikit penurunan dalam tingkat kepercayaan konsumen, namun tetap berada pada zona sangat optimis.
  • Thailand (63,9, -4,4) dan Selandia Baru (60,5, -1,7) tetap berada pada zona optimis, walaupun terdapat penurunan pada seluruh komponen, kecuali pada komponen Pendapatan Reguler.
  • Australia (49,2, +2,7), Hong Kong (47,0, +4,8) dan Jepang (44,4, +1,4) mengalami sedikit peningkatan dan tetap berada pada zona netral. Hong Kong dan Jepang mengalami sedikit penurunan pada komponen Pendapatan Reguler (masing-masing sebesar -5,8 and -8,9), sementara Australia mencatat adanya peningkatan pada seluruh kelima komponen.
  • Taiwan (38,3, +4,1) dan Sri Lanka (38,2, -2,0) merupakan negara dengan peringkat terendah di wilayah Asia Pasifik. Kedua negara ini mengalami sedikit peningkatan pada tingkat kepercayaan konsumen secara keseluruhan, dan tetap berada di zona pesimis.

 

Indeks Kepercayaan Konsumen (Mastercard Index of Consumer Confidence Data) – H1 2017

Status Semester 1 2017 Saat Ini

Perubahan dari Enam Bulan Lalu

Asia Pasifik

66.9

Optimis

4.2

Stabil +

Korea

78.0

Sangat Optimis

46.7

Peningkatan Sangat Tinggi

Singapura

45.4

Netral -

15.4

Peningkatan Signifikan

Malaysia

42.3

Netral -

11.1

Peningkatan Signifikan

China

88.2

Sangat Optimis

7.4

Sejumlah Peningkatan

Bangladesh

89.4

Sangat Optimis

6.6

Sejumlah Peningkatan

Hong Kong

47.0

Netral -

4.8

Stabil +

Taiwan

38.3

Pesimis

4.1

Stabil +

Indonesia

74.8

Optimis

4.0

Stabil +

Australia

49.2

Netral -

2.7

Stabil +

Jepang

44.4

Netral -

1.4

Stabil +

Kamboja

93.1

Paling Optimis

-0.7

Stabil -

Vietnam

90.8

Paling Optimis

-1.5

Stabil -

Selandia Baru

60.5

Optimis

-1.7

Stabil -

Sri Lanka

38.2

Pesimis

-2.0

Stabil -

Filipina

88.8

Sangat Optimis

-2.7

Stabil -

Thailand

63.9

Optimis

-4.4

Stabil -

Myanmar

86.8

Sangat Optimis

-6.0

Sejumlah Penurunan

India

86.0

Sangat Optimis

-9.3

Sejumlah Penurunan

 

Status Skor Indeks Saat Ini

 

Perubahan Skor Indeks dari Enam Bulan Lalu

Rentang Bawah

Rentang Atas

Pernyataan Kualitatif

 

Rentang Bawah

Rentang Atas

Pernyataan Kualitatif

0

10

Paling Pesimis

 

-100

-20

Penurunan Sangat Besar

10

25

Sangat Pesimis

 

-20

-10

Penurunan Signifikan

25

40

Pesimis

 

-10

-5

Sejumlah Penurunan

40

50

Netral -

 

-5

0

Stabil -

50

60

Netral +

 

0

5

Stabil +

60

75

Optimis

 

5

10

Sejumlah Peningkatan

75

90

Sangat Optimis

 

10

20

Peningkatan Signifikan

90

100

Paling Optimis

 

20

100

Peningkatan Sangat Tinggi

Metodologi

Para responden diajukan lima pertanyaan terkait dengan pandangan mereka selama enam bulan ke depan terhadap perekonomian, prospek ketenagakerjaan mereka, pasar saham lokal, prospek pendapatan reguler mereka, dan kualitas hidup mereka. Hasil dari tanggapan mereka diubah dalam indeks lima komponen yang kemudian dirata-rata untuk membentuk skor Mastercard Index of Consumer Confidence (MICC). Skor Indeks MICC dan indeks 5 komponen berkisar dari 0-100 dimana 0 mewakili tingkat pesimis maksimal, 100 mewakili tingkat optimis maksimal dan 50 mewakili netralitas.

Tentang Mastercard Index™ of Consumer Confidence

Penelitian MasterCard Index™ Consumer Confidence memiliki rekam jejak 20 tahun tentang indeks kepercayaan konsumen yang dikumpulkan melalui lebih dari 200.000 interview yang tidak tertandingi baik dari segi cakupan maupun sejarahnya di seluruh Asia Pasifik.

Penelitian ini adalah studi yang paling komprehensif dan yang paling lama dilakukan di wilayah Asia Pasifik. Pada bulan Juni 1997, Indeks tersebut menunjukkan penurunan pada kepercayaan konsumen – satu bulan sebelum devaluasi dari nilai mata uang Baht di Thailand yang memacu krisis ekonomi regional. Pada Juni 2003, nilai Indeks untuk pekerjaan di Hong Kong jatuh ke nilai yag rendah yakni 20,0. Hal ini kemudian terlihat pada tingkat pengangguran di Hong Kong, yang memuncak tepat sebelum September 2013 pada 8 persen.

Penelitian ini dimulai pada pertengahan pertama tahun 1993, dan telah dilakukan dua kali setahun sejak saat itu. Saat ini, 18 negara di Asia Pasifik berpartisipasi dalam penelitian, yakni Australia, Bangladesh, China, Kamboja, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Myanmar, Selandia Baru, Filipina, Korea Selatan, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

 


Contact Information 1:
Poully Gunharie

poully_gunharie@Mastercard.com
+62 21 5790 0325