May
17
2017
     13:48

Uni Eropa dan Indonesia Promosikan Kesetaraan Gender

Publisher
Delegation of the European Union to Indonesia
Contributor
Administrator 3
Attachment
— No Files —

Hari ini, tanggal 16 Mei 2017, Ir. Kennedy Simanjuntak, MA, Deputi Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Pendanaan Pembangunan Bappenas, Ibu Dra. Sri Danti, MA, Staf Ahli Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Bapak Vincent Guérend, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, bersama-sama meresmikan peluncuran EU-Indonesia Blue Book 2017, yang merupakan laporan tahunan kerjasama pembangunan antara Uni Eropa dan Indonesia. Laporan tersebut menyajikan cerita sukses dari bantuan pembangunan yang diberikan oleh Uni Eropa serta para negara anggota Uni Eropa untuk Indonesia.

Di tahun 2016 Uni Eropa dan para negara anggota Uni Eropa adalah pemberi dana bantuan pembangunan terbesar di dunia, dengan nilai angka bantuan yang tertinggi hingga hari ini. Bantuan senilai 75,5 milyar euro selama tahun 2016 tersebut menunjukkan komitmen Uni Eropa untuk mendukung pembangunan, khususnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Uni Eropa, bekerja sama dengan Indonesia, secara aktif mempromosikan pembangunan di berbagai area melalui program bantuannya.

“Kerjasama pembangunan merupakan sebuah penegasan dari komitmen kuat Uni Eropa dalam menghadapi dua dari tantangan terbesar dunia: menghapus kemiskinan dan mencapai pembangunan berkelanjutan. Di Indonesia, kami telah menyasar bidang hak asasi manusia, tata pemerintahan yang baik, pendidikan, kehutanan dan penggunaan lahan, serta perubahan iklim. Uni Eropa juga telah mendukung perdagangan, pembangunan ekonomi, dan pelayanan kesehatan,” ucap Bapak Vincent Guérend, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia.

Tema utama dari EU-Indonesia Blue Book 2017 – kesetaraan gender – melambangkan dukungan Uni Eropa untuk pemberdayaan perempuan, baik secara ekonomi dan politik, serta perjuangan melawan kekerasan berbasis gender dan penerapan kebijakan berorientasi gender – sesuai dengan SDG5: mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan. Sejalan dengan tujuan tersebut, peluncuran Blue Book tahun ini mempersembahkan sebuah diskusi panel dengan tema “Breaking the Barriers: Together for Women Economic Empowerment". 

“Kesetaraan antara perempuan dan laki-laki merupakan salah satu nilai mendasar Uni Eropa. Uni Eropa dan Indonesia bersama-sama yakin bahwa kesetaraan gender seharusnya ada di hati masyarakat kita dan bahwa pemberdayaan perempuan akan meningkatkan/mendorong keadilan sosial, pembangunan berkelanjutan, pertumbuhan ekonomi, dan perdamaian,” tekan Duta Besar Vincent Guérend.

Kesetaraan gender membuat perempuan mampu berpartisipasi secara penuh dalam masyarakat – baik di bidang politik, ekonomi, maupun sosial – dan meningkatkan kemampuan mereka untuk memajukan masyarakat di sekitar mereka. Hal ini bukan hanya sekedar masalah keadilan sosial dan perdamaian, tetapi juga tentang ‘ekonomi cerdas (smart economics)’: partisipasi perempuan dalam ekonomi sangat penting dalam pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi. 

Oleh karena itu, Uni Eropa berkomitmen sepenuhnya untuk mendukung Indonesia dalam membangun sebuah lingkungan yang memadai untuk pemenuhan hak perempuan dan anak-anak perempuan serta untuk mencapai peningkatan yang nyata dalam hal kesetaraan gender. Merujuk pada European Union Gender Action Plan 2016-2020, tiga pilar utama Uni Eropa dalam mempromosikan kesetaraan gender adalah: menjamin integritas fisik dan psikologis perempuan and anak-anak perempuan, memajukan hak-hak sosial dan eknomi serta pemberdayaan perempuan dan anak-anak perempuan, dan memperkuat partisipasi perempuan dan anak-anak perempuan di berbagai bidang kehidupan. Uni Eropa dan para negara anggota Uni Eropa mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan melalui program peningkatan kesadaran, diseminasi informasi, penguatan kapasitas, advokasi kebijakan, dan dialog. Program-program yang didukung oleh Uni Eropa berkisar mulai dari peningkatan partisipasi perempuan dalam proses pengambilan keputusan lokal, termasuk pengembangan anggaran yang sensitif gender, hingga penguatan kapasitas perempuan muda di pedesaan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam bertani dan menabung secara berkelanjutan.

Adapun diskusi panel diikuti oleh perwakilan pemerintah Indonesia, sektor swasta, dan masyarakat madani, serta para Duta Besar Negara Anggota Uni Eropa: Ibu Johanna Brismar Skoog, Duta Besar Swedia, Ibu Shinta Widjaja Kamdani, CEO, Sintesa Group dan Ketua, Indonesia Business Coalition for Women Empowerment, Dra Eko Novi Ariyanti R.D., M.Si., Asisten Deputi Kesetaraan Gender dalam Ekonomi, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Ibu Nova Eliza, Aktris dan Pendiri Yayasan Suara Hati Perempuan.

Untuk menyoroti pentingnya kerjasama pembangunan Uni Eropa-Indonesia, peluncuran EUIndonesia Bluebook 2017 ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan di Bulan Eropa, yaitu bulan Mei 2017. Selama bulan ini Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia mengadakan serangkaian acara untuk merayakan hari ulang tahun Uni Eropa dan untuk memperlihatkan kepada publik ruang lingkup kerja dan keberagaman program yang dilakukan Uni Eropa di Indonesia. Perayaan Hari Eropa – hari ulang tahun Uni Eropa pada tanggal 9 Mei – menggambarkan bagaimana masyarakat Eropa bersatu untuk bersama-sama menciptakan perdamaian dan kemakmuran, dengan tetap menyoroti keberagaman budaya, tradisi, dan bahasa di benua Eropa. Tahun 2017 adalah tahun yang penting karena menjadi tahun Perayaan 60 Tahun Traktat Roma yang merupakan traktat pendirian Uni Eropa.


Contact Information 1:
Emir Rio Krishna

emir-rio.krishna@ext.eeas.europa.eu
(62 21) 2554 6200