July
27
2018
     10:31

Upayakan Peningkatan Perdagangan, Mendag RI dan Mendag AS Sepakat Susun Peta Jalan

Upayakan Peningkatan Perdagangan, Mendag RI dan Mendag AS Sepakat Susun Peta Jalan
Publisher
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Contributor
Administrator 3
Attachment(s)
— No Files —

Washington DC, 24 Juli 2018 – Indonesia dan Amerika Serikat (AS) akan menyusun peta jalan untuk mewujudkan peningkatan perdagangan antara dua negara. Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan bilateral antara Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross, Selasa (24/7) di Kantor Kementerian Perdagangan AS, Washington DC, AS.

“Agar semakin efektif, target peningkatan perdagangan RI dan AS harus dibarengi dengan sebuah peta jalan yang penyusunannya harus melibatkan pihak swasta kedua negara. Kami mengusulkan target perdagangan USD 50 milliar, dan Menteri Ross menyambut ajakan tersebut secara positif,” kata Mendag Enggar.

Mendag Enggar dan Menteri Ross melihat pentingnya kedua negara untuk semakin meningkatkan hubungan bilateral dengan membangun kemitraan strategis di tengah dinamika perdagangan global saat ini. Menteri Ross mengapresiasi kedatangan Mendag Enggar ke AS untuk berdialog dan memfasilitasi kerja sama antarswasta.

Mendag Enggar juga meminta dukungan penuh dari Menteri Ross agar Indonesia tetap mendapatkan fasilitas GSP setelah Pemerintah AS meninjau ulang Indonesia sebagai negara penerima GSP. Mendag Enggar juga meminta dukungan Menteri Ross agar Pemerintah AS mengecualikan Indonesia dari pemberlakuan kenaikan tarif impor produk besi baja dan aluminium.

“Produk besi baja dan aluminium dari Indonesia bukanlah pesaing produk lokal di AS. Besi baja dan aluminium produksi Indonesia berbeda dengan yang diproduksi di AS dan pangsa pasarnya berbeda,” kata Mendag Enggar.

Menanggapi permintaan Indonesia agar dikecualikan dari pengenaan tarif impor produk-produk baja dan aluminium, Menteri Ross menyatakan bahwa pertimbangan positif akan diberikan jika produk Indonesia tersebut spesifik dan tidak diproduksi oleh industri dalam negeri AS.

Selain membahas peningkatan target perdagangan Indonesia–AS, Mendag Enggar mengajak Menteri Ross berdiskusi tentang akses pasar perdagangan barang dan jasa, investasi di Indonesia, hingga isu pertanian, perdagangan digital, dan layanan finansial. Isu-isu pertanian seperti kedelai, hortikultura, dan produk susu turut dibahas. Kedua Menteri juga membahas kebijakan maritim baru AS yaitu seafood import monitoring program (SIMP) agar tidak mempengaruhi akses perikanan Indonesia ke pasar AS.

Total nilai perdagangan Indonesia dengan AS mencapai USD 25,9 miliar di tahun 2017. Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia mencapai USD 17,79 miliar dan impor Indonesia sebesar USD 8,12 miliar. Sehingga, neraca perdagangan Indonesia terhadap AS surplus USD 9,67 miliar.

Dialog Akses Pasar Asosiasi Tekstil Indonesia–AS

Selain bertemu Menteri Ross, Mendag Enggar menghadiri pertemuan antara Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan American Apprael & Footwear Association (AAFA) di Townsend House, Washington DC, AS.

“Pelaku usaha tekstil dan produk tekstil kedua negara sepakat meningkatkan perdagangan. Pemerintah Indonesia tidak hanya mendorong semangat tersebut, tapi juga berkomitmen menjadikan industri tekstil dan garmen sebagai salah satu prioritas ekspor,” kata Mendag Enggar pascapertemuan.

Menurut Mendag Enggar, salah satu poin kerja sama di bidang tekstil dan produk tekstil yang dapat ditingkatkan adalah pembukaan akses pasar kedua negara. AS akan mengekspor kapas ke Indonesia sebagai bahan baku produk tekstil. Sebagai gantinya, Indonesia akan meningkatkan ekspor produk tekstil ke AS.

“Komoditas yang diekspor AS ke Indonesia adalah komoditas yang memang kita butuhkan. AS dapat mengekspor lebih banyak kapas ke Indonesia jika Indonesia dapat mengekspor lebih banyak produk garmen dan tekstil ke AS. Meningkatnya ekspor tekstil dan produk tekstil Indonesia ke AS akan diimbangi dengan ekspor kapas AS ke Indonesia. Ini adalah kemitraan yang saling menguntungkan. Secara tidak langsung, kinerja perdagangan akan menyeimbangkan diri,” kata Mendag Enggar.

Dialog dengan Kadin AS dan USINDO

Setelah pertemuan dengan asosiasi tekstil, Mendag Enggar melanjutkan kegiatan pertemuan dengan Kadin AS dan lembaga USINDO di Townsend House, Washington DC, AS. Dalam pertemuan tersebut, pelaku usaha AS menyampaikan aspirasi mereka terkait hambatan nontarif dalam meningkatkan hubungan dagang antara Indonesia dan AS.

Dubes RI Washington DC, Budi Bowoleksono melihat upaya peningkatan perdagangan Indonesia dan AS sebagai hal yang positif. Menurut Dubes Budi, KBRI Washington DC siap membantu meningkatkan perdagangan tersebut.

“Rangkaian kegiatan ini menunjukkan arti penting. Kita harus menyikapi hubungan dagang ini dengan sikap yang positif. Hubungan perdagangan Indonesia dan AS masih banyak potensi yang dapat dikembangkan,” kata Dubes Budi.


Contact Information 1:
Fajarini Puntodewi

pusathumas@kemendag.go.id
021-3860371


Contact Information 2:
Ni Made Ayu Marthini

ditbilateral@kemendag.go.id
021-3442576

Release Terkini


video porno izle
En yeni sikis porno izle adresi!