December
06
2017
     16:33

Garap Pasar Korea, GMF Gandeng Pemerintah Daerah Muan dan TWA Aero Limited

Garap Pasar Korea, GMF Gandeng Pemerintah Daerah Muan dan TWA Aero Limited
Publisher
PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia
Contributor
Administrator 3
Attachment(s)
— No Files —

Muan, Korea Selatan, 6 Desember 2017 – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMF) kembali menunjukkan perkembangan dalam rencana ekspansinya. GMF menandatangani nota kesepemahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Daerah Muan, Korea Selatan dan juga TWA AERO Limited untuk pengembangan fasilitas MRO di wilayah Korea Selatan. Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Direktur Line Operation GMF, Tazar Marta Kurniawan, Deputi Mayor Pemerintah Daerah Muan, Park Jun Soo serta Authorized Signatory TWA Aero Limited, Ian P. Scheyer di Kantor Pemerintah Daerah Muan (6/12).

Penandatanganan MoU ini merupakan salah satu agenda dalam rangkaian visit manajemen GMF ke Korea Selatan sejak 4 – 7 Desember 2017, di mana GMF juga melakukan initial meeting dengan calon partner lainnya, serta visit ke maskapai Korea Selatan yang merupakan customer GMF.

Direktur Line Operation GMF, Tazar Marta Kurniawan mengatakan ditandatanganinya MoU ini menjadi titik terang baru dalam strategi pengembangan international footprint GMF. “Sesuai rencana strategis GMF mengembangkan fasilitas MRO di wilayah Asia Timur, kami memilih Korea Selatan sebagai international footprint yang tepat.” Kata Tazar.

Menurut Tazar, pemilihan Korea Selatan sebagai wilayah pengembangan di Asia Timur dengan pertimbangan pasar perawatan pesawat Korea Selatan yang cukup menjanjikan. Skala pasar perawatan pesawat Korea Selatan menduduki posisi keempat di regional Asia Pasifik setelah China, Jepang dan Australia.

Pertumbuhan armada Korea Selatan meningkat dari 180 menjadi 340 atau setara dengan 1,9 kali dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. “Ditambah lagi, dari jenis pesawat maskapai-maskapai di Korea Selatan, sebesar 93% pesawat adalah jenis-jenis pesawat dimana GMF sudah memiliki kapabilitas untuk melakukan perawatannya,” katanya. Disamping itu, total biaya perawatan pesawat di wilayah Korea Selatan adalah sebesar US$ 1,5 Milyar akan tetapi serapan dalam negeri Korea Selatan sendiri tidak lebih dari 46%.

Tazar menambahkan, dengan pengembangan fasilitas ini GMF dapat membantu pengembangan industri MRO di Korea Selatan, sekaligus dapat mempererat hubungan dengan maskapai-maskapai di Korea Selatan “Tentu saja kami berharap dapat meningkatkan market GMF baik untuk fasilitas di Cengkareng maupun fasilitas di Korea Selatan yang akan dibangun ini. Pengembengan MRO di Korea ini kami harapkan dapat menjadi etalase GMF sehingga bisa memperluas serapan pasar perawatan pesawat dari Korea Selatan,” tambahnya.

Sementara itu, Deputi Mayor Muan Park Jun Soo mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik adanya kerjasama ini. “Kami berharap kerjasama ini dapat membesarkan industri MRO di Korea Selatan yang memiliki potensi tinggi,” katanya. Setelah penandatanganan MoU ini, GMF bersama TWA Aero Limited dan Pemerintah Daerah Muan akan bekerja sama membentuk studi kelayakan dan mempelajari model bisnis yang akan dijalankan. Diharapkan tindaklanjut dari MoU ini nantinya akan rampung pada kuartal pertama tahun 2018 mendatang.

Sejalan dengan strategi GMF dalam meraih pasar perawatan Korea Selatan, GMF pun sudah didukung oleh authority setempat yaitu Ministry of Land, Infrastructure and Transport (MOLIT) dalam memberikan certificate of approval nya sejak 2013. Sejak itu GMF juga sudah mendapat kepercayaan dari beberapa maskapai asal Korea Selatan untuk melakukan perawatan pesawatnya hingga saat ini.

Tazar juga mengatakan bahwa saat ini GMF baru saja mendapatkan approval tambahan dari MOLIT untuk Base Maintenance pesawat jenis Airbus A320. “Approval ini kami ajukan untuk pelanggan GMF yang berasal dari Korea Selatan, mengingat pesawat A320 cukup banyak digunakan maskapai Korea Selatan”, tutup Tazar.

Tentang GMF:

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk., (GMF) adalah perusahaan yang bergerak di bidang Maintenance, Repair & Overhaul (MRO). Sebagai penyedia layanan MRO terbesar di Indonesia, dengan pengalaman lebih dari 65 tahun, GMF berasal dari Divisi Teknik Garuda Indonesia. Terletak di daerah Bandara Soekarno Hatta, GMF memiliki pelanggan yang berasal dari lebih dari 55 negara di seluruh dunia. Sebagai MRO kelas dunia, GMF memiliki sertifikasi otoritas penerbangan sipil lebih dari 25 negara di dunia termasuk FAA (Amerika), EASA (Eropa), CASA (Australia) dan DKPPU (Indonesia). Pada tahun 2017, GMF resmi melepas sahamnya ke publik. GMF memiliki visi untuk menjadi 10 besar perusahaan MRO di dunia melalui misi menyediakan solusi perawatan pesawat yang terpadu handal untuk lalu lintas udara yang aman dan menjamin kualitas kehidupan umat manusia.

Tentang Muan County Office:

Muan County (Muan-gun) adalah sebuah distrik di Provinsi Jeolla Selatan (Jeollanam-do), Korea Selatan. Pada tahun 2005, Kabupaten Muan menjadi ibu kota Jeollanam-do setelah pengalihan jabatan provinsi dari lokasi sebelumnya, Gwangju ke desa Namak di Gwang. Bandara Internasional Muan dibuka di sini, dan nantinya akan menggantikan bandara di Gwangju dan Mokpo

Tentang TWA Aero Limited:

TWA AERO Limited adalah Perusahaan jasa konsultansi aviasi yang selain mengoperasikan maskapai penerbangannya sendiri, juga menyediakan solusi atas berbagai jenis transaksi keuangan pesawat terbang dan transaksi pembelian, penjualan dan sewa yang kompetitif bagi institusi keuangan, maskapai, lessor serta investor.


Contact Information 1:
Corporate Communications

corporatecommunications@gmf-aeroasia.co.id
+62 21 550 8717

Release Terkini