April
13
2017
     20:30

Identifikasi Ikan Air Tawar Indonesia Jadi Mudah

Contributor
Attachment
— No Files —
JAKARTA (13/4/2017) – Identifikasi ikan air tawar Indonesia kini menjadi mudah. Hal ini berkat penemuan produk iktiologi oleh Sekolah Tinggi Perikanan (STP) berupa GECIF (Generic Classification of The Indonesia’s Freshwaterfishes) atau identifikasi generik ikan air tawar Indonesia yang diluncurkan, Kamis (13/4/17), di Laboratorium Biologi dan Konservasi (Lab. Biovasi) STP, Jakarta Selatan, bertepatan dengan ulang tahun pertama lab tersebut.
 
Selama ini, produk ini belum pernah ada karena pengerjaannya dirasa sangat rumit dan kompleks, terutama pada validitas nomenklatur spesies dan genus. Karena itu, Ketua STP Mochammad Heri Edy mengapresiasi hasil kerja dosen dan taruna yang mampu menghadirkan solusi bagi para pengkaji sumberdaya ikan dan pengelolaannya. Ia menggarisbawahi bahwa karya produk seperti inilah yang diharapkan muncul secara berlanjut di pendidikan tinggi vokasional.
 
“Terima kasih dan bangga kepada dosen dan taruna yang telah menghasilkan sesuatu yang sangat luar biasa, dan bermanfaat bagi banyak orang. Sudah banyak pengakuan reputasi, baik nasional maupun internasional,” ujar Heri pada sambutannya di acara launching tersebut.
 
Pengerjaan produk ini dilakukan oleh taruna Program Studi Teknologi Pengelolaan Sumberdaya Perairan (TPS), di bawah bimbingan grup dosen kesubrumpunan Biotekologi. Hasil ulasan mereka menunjukkan, saat ini Indonesia memiliki ikan air tawar sebanyak 1.240 spesies valid, yang tergabung ke dalam 301 genera, 85 famili dan 21 ordo.
 
Menurut Kepala Lab dan dosen TPS Heri Triyono, masyarakat sulit mengidentifikasi jenis spesies ikan air tawar  di Indonesia karena tidak adanya penuntun (guideline) yang mudah dipahami, minimal kita dapat mengetahui level genus atau famili. Atas dasar ini, dosen dan taruna TPS berupaya untuk menghadirkan perangkat (tool) yang bermanfaat untuk pengidentifikasian.
 
Didi Hidayat, perwakilan taruna yang menyelesaikan program tersebut menuturkan, ia dan tim membutuhkan 10 hari non stop, siang dan malam untuk menyelesaikan produk ini. Ia menjelaskan, hal yang paling sulit adalah menentukan spesies/genus yang valid saat ini, mengingat beberapa spesies dan genus telah mengalami perubahan/akuisisi nama. Mereka menggunakan enam penelesuran online untuk memastikan validitas suatu nomenklatur genus.
 
Di sisi lain, Kadarusman, dosen, saintis senior dan salah satu taksonom Indonesia, mengarahkan para taruna untuk mengakses data dan menyusun produk iktiologi ini, meneraskan bahwa melalui produk ini, masyarakat dapat mengidentifikasi jenis (level genus) ikan air tawar yang di dapatkan, selain itu masyarakat dapat mengakses produk ini secara online.
 
“Produk ini niscaya bermanfaat bagi siapa saja yang ingin tahu dan mengelola sumberdaya ikan air tawar yang dimiliki Indonesia. Produk ini diperkenalkan ke publik pada hari jadi Lab. Biovasi 2017. Sumbangsih ini dihasilkan oleh mahasiswa Prodi Teknologi Pengelolaan Sumberdaya Perairan selama praktek Keahlian. Insyaallah produk saintifik ini memberikan manfaat sebagai field guide identifikasi level genus, yang mudah dipahami oleh semua kalangan, dan dapat dibawa ke mana saja,”
ujarnya.

Contact Information 1:
Mochammad Heri Edy

akademik_baakstp@yahoo.co.id