June
09
2017
     14:05

World Oceans Day 2017, STP Lakukan Aksi Bersih Pantai & Terumbu Karang

Publisher
Kementrian Kelautan dan Perikanan
Contributor
Administrator 3
Attachment
— No Files —

Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta, salah satu satuan pendidikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melakukan aksi bersih laut, Kamis (8/6/2017), di Karangantu, Serang, Banten. Hadir pada kegiatan ini Ketua STP Mochammad Heri Edy, Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Eneng Nurcahyati, pegawai, dosen, taruna, serta masyarakat setempat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye “Lindungi Laut dari Plastik” dalam peringatan World Oceans Day 2017, yang dilakukan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP.

Di tempat terpisah, Kepala Kepala BRSDM M. Zulficar Mochtar mengatakan, pesan lindungi laut dari plastik ini sesuai dengan fokus World Oceans Day 2017, yakni bagaimana mendorong kepedulian masyarakat untuk lebih aktif menjaga laut dari limbah plastik.
 
Kegiatan aksi bersih laut STP di Serang pada kesempatan ini dilakukan dengan membersihkan pantai dan terumbu karang dari sampah, terutama limbah plastik, dari pagi hingga sore hari. Aksi bersih pantai diikuti sekitar 265 orang, yang terdiri dari masyarakat, taruna, pegawai STP, Dinas Pariwisata serta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten. Adapun aksi bersih terumbu karang dilakukan dengan penyelaman di perairan Pulau Panjang, Serang, Banten, dengan kedalaman 2 hingga 10 meter, yang diikuti oleh enam penyelam. Hasil pengumpulan sampah lebih dari 100 kilogram, terdiri dari bungkus makanan, botol dan kantong plastik, karpet, tas bekas, dan sebagainya.
 
Selain kampanye dalam bentuk aksi bersih laut, STP juga melaksanakan kegiatan pembuatan kerajinan tangan dari limbah plastik, diikuti oleh taruni dan pegawai STP, serta masyarakat sekitar. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan acara buka puasa bersama di Aula Bagian Administrasi Pelatihan Perikanan Lapangan (BAPPL) STP Kampus Serang.
 
“Mari membersihkan sampah, terutama sampah plastik, karena sampah plastik tidak dapat terurai. Jangan sampai anak cucu kita makan ikan rasa plastik. Hal ini dikarenakan, hasil penelitian pada beberapa kasus membuktikan, terdapat penemuan bahwa di dalam usus ikan terdapat kandungan plastik. Ikan makan sampah plastik , kura-kura makan plastik, ekosistem terganggu, jangan sampai itu terjadi,” ujar Ketua STP Heri Edy.
 
Di laut ada indikasi satu kilogram plankton berbanding enam kilogram sampah plastik. Mari jaga laut kita bersih dari sampah plastik mulai dari sekarang, mulai dari hulu, bila tidak ingin makan ikan rasa plastik,” tambahnya.
 
Kadis Pariwisata Eneng Nurcahyati mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan ini. Ia berharap BAPPL STP Kampus Serang ke depannya dapat dijadikan destinasi wisata bahari pendidikan.
 
“Terima kasih taruna STP telah menjaga lingkungan laut. Mari jaga lingkungan, jaga kebersihan, jaga mangrove, jaga kreativitas dengan baik. Kalau laut tidak dijaga, anak cucu kita tidak kebagian melihat indahnya Indonesia,” ungkapnya.
 
Menurut Kepala BAPPL STP Serang Nasirin, kegiatan ini selain sebagai aksi bersih laut dan pemanfaatan limbah plastik bernilai guna juga sebagai ajang silaturahmi STP dengan pihak terkait, dalam hal ini Pemerintah Daerah dan masyarakat setempat. Ia merencanakan aksi seperti ini secara rutin akan terus dilakukan di kemudian hari.
 
Beberapa rujukan tentang potensi cemaran dari plastik diantaranya dirilis World Economic Forum (WEF) 2016 di Davos, Swiss, yang menyatakan bahwa populasi sampah di lautan akan jauh melebihi populasi ikan pada tahun 2050. Laporan Mac Arthur Foundation - The New Plastic Economy menyatakan pada 2016 ada 150 juta ton sampah di laut, dengan perkiraan delapan juta ton sampah mencapai laut setiap tahunnya.

Contact Information 1:
Mochammad Heri Edy

akademik_baakstp@yahoo.co.id
(021) 7806874/78830275